3 Poin Penting,  Menjadi Pebisnis Online di Indonesia

3 Poin Penting, Menjadi Pebisnis Online di Indonesia

April 3, 2018 0 By admin

Untuk memenangkan sebuah kompetisi tentunya Anda perlu strategi. Begitu juga dengan memenangkan persaingan bisnis eCommerce di Indonesia. Seiringnya dengan banyaknya perusahaan eCommerce raksasa yang memasuki pasar online Asia Tenggara, kini pertimbangan untuk meluncurkan sebuah produk ke ranah online bukan sekadar berdasarkan definisi branddan keunggulan kompetitifnya.

Kunci utama yang harus Anda perhatikan adalah menguasai pengetahuan lokal. Walaupun perusahaan eCommerce raksasa telah banyak bermunculan, tapi Anda masih punya kesempatan di pasar niche. Sebuah ruang di mana Anda bisa berpikir kreatif untuk memecahkan masalah atau menangkap kesempatan yang masih belum dimanfaatkan oleh para pemain eCommerce lainnya. Namun, perlu diketahui bahwa setiap bisnis online niche punya tantangan yang berbeda-beda.

Berikut adalah tiga hal yang dapat menggambarkan kondisi bisnis online di Indonesia:

Pemain Lokal Mendominasi Pasar Niche

Area niche di Indonesia lebih banyak dihuni oleh pemain lokal. Tidak hanya pebisnis dengan situs eCommere pribadi, UKM pun mulai diberdayakan untuk memasuki pasar online.

Kompetisi bisnis niche di Indonesia masih tidak terlalu ketat. Pemain asing biasanya lebih memilih merebut konsumen dari situs-situs eCommerce global seperti Lazada, Elevania, dan Mataharimall. Keunggulan pasar niche di Indonesia terletak pada akraban mereka terhadap tren dan perilaku lokal. Oleh karena itu, kondisi pasar online di Indonesia sangat menunjang teknik marketing yang mengedepankan prefrensi budaya dan kebutuhan pelanggan.

Tokopedia, Bukalapak, maupun situs marketplace lainnya serupa bisa dibilang sebagai salah model eCommerce paling populer di Indonesia saat ini. Model seperti ini sedang digemari karena banyaknya UKM yang ingin mencicipi pengalaman berbisnis online, namun takut mengeluarkan modal besar dan tak ingin mengambil risiko kerugian besar.

Tapi, dengan semakin berkembangnya sebuah brand, maka biasanya para pebisnis akan mulai beranjak dan membuka channel online pribadi. Gunanya untuk dapat menjangkau pelanggan secara langsung.

Namun, seiring dengan semakin banyaknya customer yang menutut kenyamanan dalam berbelanja di mana saja dan kapan saja. Maka, hal tersebut menjadi sebuah tantangan bagi para pebisnis untuk melengkapi situs eCommerce mereka dengan layanan omni-channel.

Media Pembayaran dan Jasa Pengiriman yang Variatif

Bedasarkan riset dari Codapay.com, penetrasi layanan kartu kredit di Indonesia hanya mencapai 1.4%. Masih banyak penduduk Indonesia yang bahkan tidak memiliki rekening bank. Fakta berikut merupakan salah satu hambatan terbesar untuk pertumbuhan eCommerce di Indonesia.

Melihat hal ini, timbul respons baik dari perusahaan telekomunikasi di Indonesia, yang mana mereka meluncurkan metode pembayaran e-walletE-wallet merupakan payment gateway yang fleksibel. Selain dapat ditransfer via rekening bank, dengan e-wallet pembayaran secara offline dapat dilakukan melalui media mini market.

Tidak hanya sistem pembayaran, mulanya infrastruktur yang masih belum cukup memadai sempat menjadi hambatan bagi pasar eCommerce di Indonesia. Tapi, solusi datang dari banyak aplikasi pemesan jasa transportasi. Gojek, misalnya. Gojek tidak hanya berhasil mengantarkan penumpang sampai ke tujuan, tapi Gojek turut melebarkan sayapnya dan membantu pasar eCommerce dengan menawarkan jasa kurir antar.

Melalui sistem tersebut Gojek menyediakan sistem pengiriman kilat dengan sistem pelacakan resi dan harga yang terjangkau. Selain itu, masih banyak juga jasa pengiriman lain yang bermunculan, mulai dari yang kecil hingga yang raksasa. Potensi ranah jasa antar barang menjadi kian ramai seiring dengan pertumbuhan pasar online di Indonesia.